Logo UIN STS Jambi
Kamis, 01 Juni 2017
Senin, 21 Januari 2013
Kuliah
Penutup #catatan selama kuliah bersama teman-teman
pascasarjana yogyakarta.
September 2011
adalah merupakan awal dari menginjakkan kaki di kota yogyakarta, yang
sebelumnya pernahku lalui kota ini 2008 dan hanya merupakan liburan-ku saja. Tetapi
pada september 2011 aku mencoba menjejaki kota yogyakarta untuk menetapkan diri
disini selama 2 tahun lamanya (insyaAllah). Dengan tujuan melanjutkan kuliah
lagi di kota yang ku cinta ini (Yogyakarta).
Dari sini aku
menemukan hidup baru sebagai anak rantauan yang jauh dari orangtua. Serta menemukan
teman-teman baru dan menemukan tempat-tempat indah yang sebelumnya belum aku
temukan di kota-ku.
Selama aku kuliah disini aku menemukan teman
yang berbagai macam daerah seluruh indonesia. Ada juga yang dari luar
indonesia. Dan aku menemukan pelajaran hidup yang tak pernah kulupakan.
Bermula awal aku
kuliah aku sangat senang terhadap diriku, tetapi pada awal 2013 aku sangat
sedih sekali dikarenakan itu merupakan akhir pertemuan aku belajar bersama
teman-temanku selama di ruang kelas-Ku. Dan pada pertemuan terakhir itu pun
juga sangat berkesan karena ditutup dengan dosen yang memimpin (kepala)
perpustakaan perguruan tinggi-Ku. Dan kami tutup dengan makan bersamanya.
Dari selang
beberapa tahun aku disini, aku mendapatkan dalam pengembangan hidup-Ku kedepan,
apalagi mungkin pengembangan itu pun semoga bisa aku implementasikan pada kota
asal-Ku.
“Ada Pertemuan,
Adapula Perpisahan”
Jakarta Kebanjiran
#Depresi Alam
Oleh: M. Rizal Pahlefi
Januari 2013
adalah merupakan tragedi yang melumpuhkan negara indonesia (khususnya Jakarta).
Banjir ini adalah bencana alam yang di akibat dari ulah manusia itu sendiri. Kenapa
saya ungkap begitu,, karena banyak orang beropini bahwa karena pemimpin dan
pemerintahannya tidak memperhatikan ibukota jakarta dan pemerintahannya
kebanyakan korupsi, dan masyarakat menyalahkan warga bogor. Karena banjir di
jakarta merupakan sepenuhnya luapan dari kota bogor.
Menurut
saya itu salah besar. Karena banjir merupakan luapan dari hujan yang
bermusimannya dan masanya datang. Dan juga banjir yang melanda kota jakarta merupakan
ulah dari masyarakat kota itu sendiri, yang tidak berkerjasama dalam
melestarikan alam ini, bermula dari sampah-sampah yang sembarangan, resapan
telah habis di babat oleh sektor-sektor pembangunan, yang hilangnya pepohonan
di ibukota itu. Banyak juga orang jakarta menyalahkan gubernurnya yang lambat
mengambil tindakan terhadap upaya mengatasi hiruk pikuk kota jakarta. Opini masyarakat
itu pun salah besar jika menyalahkan gubernurnya. Karena kita tahu semua,
gubernur jakarta baru juga menjabat menjadi kepala ibukota jakarta. semua itu
butuh proses bung,,,, tidak secepat membalikkan telap tangan.
Disini ketika nasi telah menjadi bubur, dan hujan telah menjadi banjir yang hingga memakan korban itu pun kita sebagai manusia yang tidak terkena musibah, berserah diri yang hanya bisa kita lakukan dan menyelamatkan apa yang bisa kita selamatkan bagi warga jakarta. Dan yang paling utama adalah bantuan dari orang lain lah yang di butuhkan masyarakat yang terkena musibah. Baik dari makanan, sarana seperti selimut, pakaian ganti, dan kebutuhan sehari-hari yang mereka butuhkan dan obat-obatan. Uluran tangan dari orang lainlah yang mereka harapkan.
“Jangan Menyalahkan Orang Lain, Jika Kita Belum Mengkroscek Diri Kita Masing-Masing Terlebih Dahulu”
Senin, 03 Desember 2012
Buku Vs E-Book
Dahulu buku merupakan sumber informasi yang di
agung-agungkan untuk menemukan informasi. namun dengan berkembangnya era
teknologi sekarang media cetak tersebut mulai terpinggirkan dengan adanya
teknologi ebook.
Sudah Beberapa Tahun Sebelumnya Industri penerbitan
Indonesia masih sulit berkembang karena menghadapi masalah klasik, terutama
pembajakan dan perkembangan tren buku elektronik (e-book). Ketua Umum Ikatan
Penerbit Indonesia (IKAPI) Lucya Andam Dewi mengemukakan industri penerbitan di
Indonesia jalan di tempat dalam beberapa tahun terakhir karena banyak masalah
klasik belum terpecahkan.
Pada saat ini, ketika terbitnya buku baru
yang keluar, tindakan para pembajakannya sudah marak beredar. Disisi lain hal
ini sangat merugikan penerbit dan penulis. Selain itu, kemajuan teknologi juga
mulai menggeser cara membaca sebagian masyarakat perkotaan dengan mengakses
buku elektronik di Internet. Tren buku elektronik ini telah menekan penjualan
di toko buku.
Kondisi industri penerbitan cukup
menghawatirkan karena masih dianggap sebagai perusahaan komersial yang penuh
dengan pungutan pajak. Padahal, industri ini juga mengandung unsur edukatif dan
berperan mencerdaskan bangsa. Beragam masalah ini berimbas pada menurunnya
minat penulis karena mereka sering menerima royalti yang minim. Akibatnya
jumlah buku berkualitas yang dicetak di Indonesia semakin minim
Sabtu, 01 Desember 2012
(4) Profesi Pustakawan
Pengertian pustakawan dalam hal ini
adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan
pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk
melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan (UU No. 43, 2007). Artinya
orang yang disebut pustakawan adalah orang yang benar-benar mengerti ilmu
perpustakaan, setidaknya pernah mendapat pelatihan tentang kepustakawanan yang
kemudian diberi tugas tanggung jawab oleh lembaga yang merekrut untuk bekerja
di perpustakaan sesuai dengan kualifiaksi ilmu yang dimilikinya. Bahkan, lebih
luas lagi, Hermawan dan Zen (2006:107), mengatakan bahwa pustakawan itu tidak
saja terbatas pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja, tetapi juga pegawai non-PNS.
Pustakawan yang bagaimana yang
diharapkan oleh pemakai perpustakaan, sehingga pemakai perpustakaan mendapat
informasi yang berguna sesuai yang ldiinginkan. Beberapa ketrampilan yang harus
dimiliki seseorang yang berprofesi sebagai pustakawan sebagai berikut :
- Pustakawan hendaknya cepat berubah menyesuaikan keadaan yang menantang.
- Pustakawan adalah mitra intelektual yang memberikan jasanya kepada pemakai. Jadi seorang pustakawan harus ahli dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan dengan pemakai.
- Seorang pustakawan harus selalu berpikir positif.
- Pustakawan tidak hanya ahli dalam mengkatalog, mengindeks, mengklasifikasi koleksi, akan tetapi harus mempunyai nilai tambah, karena informasi terus berkembang.
- Pustakawan sudah waktunya untuk berpikir kewirausahaan. Bagaimana mengemas informasi agar laku dijual tapi layak pakai.
Ledakan informasi yang pesat membuat pustakawan tidak
lagi bekerja hanya antar sesama pustakawan, akan tetapi dituntut untuk bekerjasama
dengan bidang profesi lain dengan tim kerja yang solid dalam mengelola
informasi.
Sementara itu, yang dimaksudkan
dengan pengelolaan perpustakaan adalah kegiatan mengurus sesuatu, dapat
diartikan sebagai mengurus atau menyelenggarakan perpustakaan (Kamus Besar
Bahasa Indonesia, 1998:469). Dengan demikian peran pustakawan tidaklah ringan
seperti pendapat pada umumnya yang mengatakan bahwa seorang pustakawan
merupakan pegawai tak bermutu yang kerjanya menunggui tumpukan buku-buku.
Pustakawan sudah saatnya mengekspresikan diri sebagai media informasi yang
berkualitas. Pustakawan harus mampu membuang stempel kutu buku yang sudah
melekat begitu lama. Bukan hal yang mudah mengembalikan peran pustakawan
sebagaimana mestinya sebagai media informasi (penyelenggara komunikasi
informasi). Sehubungan dengan hal tersebut, maka pustakawan dituntut untuk
memberikan pelayanan yang memuaskan pemakai. Bagaimana kualitas pelayanan yang
dapat memuaskan pemakai informasi? Salah satunya adalah peran aktif pustakawan
yang kreatif dalam mengelola informasi. Pustakawan dituntut untuk aktif dan
giat bekerja dalam menyampaikan informasi dalam aneka produk kemasan-kemasan
yang menarik dan sampai kepada pemakai.
Peran
pustawakan aktif dan kreatif terjun ke masyarakat
Percepatan arus
informasi saat ini berimbas kepada peran kita sebagai penyampai informasi.
Ditambah dengan berkembangnya berbagai peralatan teknologi informasi dan
komunikasi yang amat dibutuhkan dalam menunjang bidang kerja kita. Oleh karena
itu, siap atau tidak siap para pustakawan harus ikut bermain di era global
sekarang ini. Para penikmat internet atau mereka yang lebih suka berselancar di
dunia maya harus dijadikan mitra kerja kita.
Pustakawan saat
ini bukanlah penjaga koleksi tapi penyedia informasi, media informasi semakin
beragam, koleksi tidak terbatas pada karya cetak /rekam secara fisik tapi sudah
banyak yang dapat diakses melalui internet, perpustakaan tidak perlu sibuk
promosi dengan menambah pengunjung tapi kita yang berkunjung atau menjumpai
pemakai, dan layanan saat ini harus makin beragam.
Peran
pustakawan dalam masyarakat dapat dilihat melalui Undang-undang Nomor 43 Tahun
2007 pasal 5.
- Masyarakat mempunyai hak yang sama untuk:
a. memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan;
b. mengusulkan keanggotaan Dewan Perpustakaan;
c. mendirikan dan/atau menyelenggarakan perpustakaan;
d. berperan serta dalam pengawasan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan perpustakaan. - Masyarakat di daerah terpencil, terisolasi, atau terbelakang sebagai akibat faktor geografis berhak memperoleh layanan perpustakaan secara khusus.
- Masyarakat yang memiliki cacat dan/atau kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh layanan perpustakaan yang disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan masing-masing.
Kita juga diminta aktif ikut mencerdaskan bangsa dengan memberikan
pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan perpustakaan dapat
diselenggarakan oleh siapapun. Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 pasal 43,
48-50 dinyatakan bahwa pertumbuhan taman baca diharapkan memberi sumbangan
dalam rangka menunjang budaya gemar membaca di masyarakat. Oleh karena itu
janganlah para pustakawan bergantung kepada institusi/lembaga tertentu atau
tempat kerja kita saja, akan tetapi juga memainkan peran dalam masyarakat.
Perkembangan dewasa ini, bertumbuhan bentuk-bentuk semacam perpustakaan. Ada yang dinamakan taman bacaan, perpustakaan yang dikemas seperti kafe buku, dan sebagainya. Hal ini merupakan perkembangan yang baik menuju budaya baca masyarakat. Apalagi dengan terbitnya Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, maka keberadaan perpustakaan dengan aneka jenis layanan diakui bahkan penyelenggaraan oleh masyarakat tersebut dibenarkan dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa. Salah satu contoh pasal yang menjelaskan sebagai berikut.
Perkembangan dewasa ini, bertumbuhan bentuk-bentuk semacam perpustakaan. Ada yang dinamakan taman bacaan, perpustakaan yang dikemas seperti kafe buku, dan sebagainya. Hal ini merupakan perkembangan yang baik menuju budaya baca masyarakat. Apalagi dengan terbitnya Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, maka keberadaan perpustakaan dengan aneka jenis layanan diakui bahkan penyelenggaraan oleh masyarakat tersebut dibenarkan dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa. Salah satu contoh pasal yang menjelaskan sebagai berikut.
Pasal
15
- Perpustakaan dibentuk sebagai wujud pelayanan kepada pemustaka dan masyarakat.
- Pembentukan perpustakaan sebagaimana dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, /atau masyarakat.
- Pembentukan perpustakaan sebagaimana paling sedikit memenuhi syarat:
a. memiliki koleksi perpustakaan;
b. memiliki tenaga perpustakaan;
c. memiliki sarana dan prasarana perpustakaan;
d. memiliki sumber pendanaan; dan
e. memberitahukan keberadaannya ke Perpustakaan Nasional.
Dapat disimpulkan bahwa mendengarkan “suara pelanggan/masyarakat”
merupakan suatu hal yang perlu dilakukan perpustakaan, baik perpustakaan besar
maupun kecil. Jadi meningkatkan kualitas layanan suatu perpustakaan harus
dimulai dari diri sendiri sebagai pelayan/penyampai informasi terlebih dahulu;
yaitu meningkatakan keterampilan dan kualitas pribadi sebagai pelayan yang
dapat memberikan kepuasan pemakai. Kewajiban pustakawan terhadap diri sendiri
sebagaimana tercantum dalam kode etik pustakawan. Diantaranya, setiap
pustakawan dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan ilmu, memelihara akhlak
dan kesehatan untuk dapat hidup dengan tenteram, dan bekerja dengan baik; serta
selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pergaulan dan
bermasyarakat.
Jumat, 30 November 2012
(3) KHAZANAH PENERBITAN BUKU ISLAM DI INDONESIA
Penerbit atau penerbitan adalah industri
yang berkonsentrasi memperbanyak sebuah literatur dan informasi atau sebuak
aktivitas membuat informasi yang dapat dinikmati oleh publik.[1]
Lembaga ini yang bertanggung jawab atas terbitan dan ada yang sekaligus sebagai
pemegang hak cipta atau copy right.
Adapun tugas-tugas penerbit antara lain:
menyeleksi naskah yang diterima; mengedit naskah sebelum dicetak; secara
sendirian atau bersama pengarang hak cipta; merencanakan format dan tata wajah
atau layout terbitan; menyiapkan bahan-bahan terbitan seperti kertas, tinta
dll; membayar honorarium pengarang.[2]
Di Indonesia, awalnya bentuk buku masih berupa gulungan daun lontar.
Menurut Ajib Rosidi (sastrawan dan mantan ketua IKAPI), secara garis besar,
usaha penerbitan buku di Indonesia dibagi dalam tiga jalur, yaitu usaha
penerbitan buku pelajaran, usaha penerbitan buku bacaan umum (termasuk sastra
dan hiburan), dan usaha penerbitan buku agama.
Pada masa penjajahan Belanda, penulisan dan penerbitan buku sekolah
dikuasai orang Belanda. Kalaupun ada orang pribumi yang menulis buku pelajaran,
umumnya mereka hanya sebagai pembantu atau ditunjuk oleh orang Belanda.
Usaha penerbitan buku agama dimulai dengan penerbitan buku-buku agama
Islam yang dilakukan orang Arab, sedangkan penerbitan buku–buku agama Kristen
umumnya dilakukan oleh orang-orang Belanda.[3]
Perkembangan ilmu pengetahuan
dan
produksi kertas memunculkan
profesi baru dalam khazanah Islam. Profesi tersebut dinamakan warraq. Warraq adalah penyalin
naskah atau buku. Mereka menyalin
naskah dengan cepat dan akurat. Industri penerbitan buku dipelopori oleh warraq. Mereka bekerja dalam
sebuah sistem kerja sama yang
saling menguntungkan antara para penulis dengan pihak penerbit. Seorang
penulis
yang
ingin menerbitkan
bukunya akan menghubungi satu atau dua orang warraq. Buku tersebut akan dipublikasikan di masjid atau sebuah toko buku
terkemuka tempat penulisnya mendiktekan bukunya pada hari dan waktu yang telah ditentukan. Pembacaan itu akan membutuhkan waktu selama berbulan-bulan. Selama itu, warraq yang
telah ditunjuk akan selalu hadir. Pada saat buku tersebut selesai,
naskah dalam tulisan tangan
diserahkan
kepada sang penulis untuk diperiksa dan diperbaiki. Buku tersebut bisa beredar di masyarakat
hanya bila telah mendapat
izin final dari pengarangnya,
dan
bebas disalin dari naskah
aslinya.
Pengarang,
menurut
perjanjiannya
dengan warraq, akan menerima royalti. Industri
penerbitan
yang
mendominasi wilayah kekhalifahan Muslim, mulai abad ke-8 sampai dengan abad ke-15. Hingga pada puncaknya, dalam setahun terbit puluhan ribu buku.
Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Tak
hanya itu, bahkan Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di
dunia. Di Indonesia sejak kemerdekaan hingga kini jumlah penerbit telah cukup
banyak. Sebagian penerbit tersebut bergelut dalam penerbitan buku-buku umum,
dan sebagian lain berkonsentrasi pada jenis penerbitan tersebut seperti
buku-buku teks sekolah, ensiklopedi, atau buku-buku keagamaan saja, misalnya
buku-buku Islam.
Menurut Azyumardi, secara umum penerbitan buku Islam di Indonesia dapat
dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menekankan pada Islam murni
berdasarkan Al Quran dan sunah atau yang biasa disebut sebagai Islam Salafis
dan Harakah (gerakan) serta kelompok yang bergerak pada wacana atau diskursus,
yang kadang disebut sebagai Islam kritis.[4]
Penerbit buku islam adalah
institusi yang mempromotori terwujudnya buku-buku mengenai islam dalam aspek
yang luas, serta kemudian menyebarluaskannya ke masyarakat pembaca. Dalam
perkembangannya, penebitan buku telah menjelma menjadi sebuah industri,
karenanya institusi penerbitan buku mengambil bentuk perseroan dagang seperti
PT ataupun C.V. Dalam hal ini, penerbit buku islam pun telah mengambil bentuk
usaha dagang. Maka dalam usaha penerbitan buku ini rata-rata penerbit buku
islam memiliki devisi marketing dan memperlakukan masyarakat pembacanya sebagai
pasar.[5]
[1]
Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Penerbit
diakses pada tanggal 19 November 2012 jam 01.12
[2]
Lasa Hs. 2009. Kamus Kepustakawanan Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Book
Publisher.
Di
akases pada tanggal 20 November 2012 jam 10.28
[4] Dalam http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0311/15/pustaka/688310.htm
Diakses pada tanggal 19 November 2012 jam 22.30
[5]
Fadjar, Abdullah. 2006. Khasanah Islam Indonesia. Jakarta: The Habibie
Center. Hal 09
(2) CYBERCRIME Dalam Konteks Perpustakaan Digital
Perkembangan teknologi informasi-komputer saat ini sudah mencapai pada tahap
di mana ukurannya semakin kecil, kecepatannya semakin tinggi, namun harganya
semakin murah dibandingkan dengan kemampuan kerjanya. Kondisi ini mendorong
masyarakat berlomba-lomba memanfaatkan komputer sebagai alat bantu pengolahan
data dengan cara membangun system pengolahan data terkomputerisasi untuk
penyajian informasi, baik untuk keperluan pribadi maupun organisasinya.
Perpustakaan sebagai organisasi yang melakukan pengolahan data dan informasi
untuk pemustakanya telah melakukan langkah revolusioner dalam melakukan
pelayanan melalui sistem online yang lebih efisien dalam pelayanan, diseminasi,
pemustakaan dan pelestarian data, informasi dan pengetahuan.
Saat ini Salah satu tantangan dihadapi pustakawan saat ini adalah
bagimana memproteksi proteksi koleksi
informasi yang mereka miliki dari berbagai macam gangguan dan ancaman yang bisa
terjadi perpustakaan khusunya pada perpustakaan digital. Dahulu kejahatan dalam perpustakaan yang semula bersifat
konvensional seperti pencurian koleksi,
vandalism, mutilasi buku, peminjaman
tanpa hak, kini kejahatan dalam perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan
media komputer secara online dengan risiko tertangkap yang sangat kecil oleh individu maupun kelompok dengan akibat
kerugian yang lebih besar bagi perpustakaan.
Tentunya, hal-hal tersebut di atas
tidak dapat dipungkiri adanya bahwa teknologi informasi membawa mampu dampak negatif yang tidak kalah banyak dengan
manfaat yang ada khusunya dalam dunia perpustakaan. Internet membuat juga bisa
membuat data/koleksi informasi yang dimiliki perpustakaan menjadi terancam dan
bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
CYBERCRIME DAN PERPUSTAKAAN DIGITAL
Perkembangan teknologi jaringan komputer global atau Internet telah menciptakan
dunia baru yang dinamakan cyberspace, sebuah dunia komunikasi berbasis komputer
yang menawarkan realitas yang baru, yaitu realitas virtual. Istilah tersebut
juga menghasilkan berbagai bentuk lingkungan cyberspace yang kemudian
melahirkan istilah baru yang dikenal dengan Cybercrime, Internet Fraud, dan
lain-lain.
Dalam beberapa literatur, cybercrime sering diidentikkan sebagai computer
crime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertian komputer crime sebagai:"…any
illegal act requiring knowledge of Computer technology for its perpetration,
investigation, or prosecution". Sementara itu Andi Hamzah dalam bukunya
“Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer” (1989) mengartikan cybercrime sebagai
kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan
komputer secara ilegal.
Dari beberapa pengertian di atas, cybercrime dirumuskan sebagai perbuatan
melawan hukum yang dilakukan dengan memakai jaringan komputer sebagai sarana/alat
atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak,
dengan merugikan pihak lain.
Perpustakaan digital sebagai ranah yang berkembang dalam dunia cyberspace
yang menyimpan data baik data
buku(tulisan), Gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan
mendistribusikannya dengan protocol-protokol elektronik melalui jaringan
komouter. Isi dari perpustakaan digital berada dalam suatu komputer server yang
bisa ditempatkan secara local maupun lokasi yang jauh namun dapat di akses
dengan cepat mudah melalui jaringan computer. Karena itu perpustakaan digital
menjadi mejadi salah satu objek cybercrime yang sangat menggiurkan bagi para
pelaku kejahatan cybercrime.
Pelaku cybercrime yang menjadikan pepustakaan digital sebagai objek kejahatannya
biasanya mengincar data pengguna, koleksi atau pun sistem keamanan dengan motif
untuk kepentingan tertentu misalnya data pengguna untuk dijadikan objek
marketing, pencurian koleksi untuk kepentingan komersil, atau hanya sekedar
unjuk gigi seorang hacker sebagai pembuktian bahwa dirinya eksis.
Untuk itu
pustakawan harus mampu mengidentifikasi serangan-serangan terhadap perpustakaan
digital yang dikelolanya agar semua sistem, koleksi dan data yang ada pada
perpustakaannya aman dari serangan yang dapat merugikan banyak pihak.
(1) Perpustakaan Digital
Banyak definisi tentang perpustakaan digital yang
dikemukakan oleh para ahli. The digital library initiatives menggambarkan
perpustakaan digital sebagai lingkungan yang bersama -samamemberi koleksi,
pelayanan dan manusia untu k menunjang kreasi, diseminasi, penggunaan
danpelestarian data, informasi dan pengetahuan. Sebagai perpustakaan yang
berbeda dari sistem penelusuran informasi karena memiliki lebih banyak jenis
media, menyediakan pelayanan danfungsi tambahan, termasuk tahap lain dalam
siklus informasi, dari pembuatan hinggapenggunaan. Perpustakaan digital bisa dianggap
sebagai institusi informasi dalam bentuk baruatau sebagai perluasan dari
pelayanan perpustakaan yang sudah ada. Namun demikianperpustakaan digital
sebagai koleksi informasi yang dikelola, yang memiliki pelayanan
terkait,informasinya disimpan dalam format digital dan dapat diakses melalui
jaringan. Sedangkan James Billington, pustakawan Library of Congress, dalam
Purtini (2005), melukiskan perpustakaandigital sebagai sebuah koalisi dari
institusi -institusi yang mengumpulkan koleksi -koleksinya yangkhas secara
elektronik.
Menurut Griffin (1999), pada tahun terakhir ini
telah terjadi peledakan pertumbuhanketertarikan dalam perkembangan dan
pemakaian perp ustakaan digital.
Beberapa
factor penunjuangnya adalah:
1 Telah tersedianya
teknologi komputasi dan komunikasi yang memungkinkan dilakukannyapenciptaan,
pengumpulan dan manipulasi informasi.
2 Infrastruktur jaringan
internasional untuk mendukung sambungan dan kemampuanpengopersian bagi
pengguna.
3 Informasi online
mulai berkembang.
4 Kerangka
akses internet umum telah muncul.
Lebih jauh dikemukannya, perpustakan digital adalah
koleksi data multimedia dalam skalabesar yang terorganisasi dengan perangkat
manajemen informasi dan metode yang mampumenampilkan data sebagai informasi dan
pengetahuan yang berguna bagi masyarakat dalamberbagai konteks organsiasi dan
sosial masyarakat. Hal ini berarti perpustakaan digitalmemerlukan model baru
untuk akses informasi dan digunakan oleh pengguna dalam arti yangpaling luas.
Tujuan riset dan pengembangan perpustakaan digital adalah untuk
menghasilkanparadigma riset dan produk yang melayani pengguna dengan kebutuhan
informasi dalam rentangluas serta dengan harapan yang semakin luas pula. Untuk
mencapai tujuan tesebut pe riset harus melihat teknologi ke dalam konteks daerah,
sosial, hukum dan ekonomi dan harus mendapatkan informasi dari pengguna dan
studi penggunaan dalam setiap tahapan desain teknologi dan siklus perkembangan.
Secara konseptual perpustakaan digital men cerminkan
koleksi dan layanan perpustakaan dalam dunia fisik. Perpustakaan digital adalah
analog dari perpustakaan tradisional dalam hal keragaman dan kompleksitas
koleksinya, isinya mesti berupa media elektronik, disimpan dalam bentuk yang
biasa dilihat. Teknologi perpustakaan digital akan melengkapi fungsi dan
layanan perpustakaan.
Teknologi perpustakaan digital akan ditarik ke dalam
dan merubah banyak bentuk kelembagaan termasuk perpustakaan, laju dan besarnya
tergantung pada banyak faktor antara lain:
1. Eksternalitas pada
tingkat sosial seperti: penerapan hukum pada kekayaan intelektual, investasi
dalam infrastruktur komunikasin nasional.
2. Keterbatasan lembaga
dan organisasi lokal seperti: ketersediaan sumber daya, kebutuhan pengguna,
kepempinan seseor ang dalam mengatur organisasi
3. Terobosan teknologi merubah kebiasaan sosial
dan kerja dalam skala besar.
Perpustakaan tradisional memiliki keterbatasan yang
berkaitan dengan penyimpanan dan akses informasi, karena sebagian besar
pengetahuan yang dikumpu lkan oleh perpustakaan direkam dan dikumpulkan dalam
media fisik. Perpustakaan digital mirip seperti perpustakaan tradisional yang
keduanya melingkupi koleksi yang besar dari berbagai informasi dan dalam hal
yang umum yang berkaitan dengan pengorganisasian , pengambilan, akses,
penyimpanan, pengarsipan dan pengawetan informasi. Perpustakaan digital berbeda
dalam hal lokasi dan penyimpanan secara fisik dari salinan lokal untuk
pengguna. Sebagian besar dari awal pekerjaan perpustakaan digital mengambil
jaringa n ke pusat dan terstruktur sebagaimana perpustakaan biasa tujuannya
adalah untuk memberikan akses ke sumber informasi digital milik perpustakaan
melalui sarana elektronik. Teknologi perpustakaan digital akan memperkaya nilai
perpustakaan sebagai lembaga sebagaimana akan menghilangkannya. Kunci tantangan
adalah munculnya perpecahan.
Isu-isu
dalam Perpustakaan Digital
Isu-isu
yang menghadang perpustakaan biasa dikelompokkan menjadi beberapa kategori:
1. Isu teknologi: apa yang
dilakukan berkaitan dengan akuisisi dan pemindahan menjadi media digital.
2. Isu-isu organisasi:
bagaimana organisasi menanggapi perpubahan peran dan tanggungjawab.
3. Isu-isu ekonomi: siapa yang penanggung biaya
dan akankah ada ska la ekonomi.
4. Isu-isu hukum dan
perundangan: penyelesain hak kekayaan intektual yang terkait dengan pengambilan
dan pembuatan koleksi digital.
Menurut Nurachman (2004), informasi merupakan
sesuatu yang penting bagi suatu pengambilan keputusan, maka datang nya tidak
boleh terlambat. Jika sebuah informasi terlambat diterima, sudah barang tentu
manfaatnya akan lebih rendah dibandingkan dengan jika informasi tersebut datang
tepat pada waktunya. Dengan pengolahan data perpustakaan berbasis computer
dalam sistem informasi akuntansi, masalah kecepatan dalam menghasilkan
informasi dapat lebih teratasi. Komputer memang sudah teruji tingkat kecepatan
prosesnya. Dari komputer generasi pertama yang hanya berkemampuan memproses
ribuan operasi per detik sekarang sudah mem iliki kemampuan milyaran operasi
atau bahkan triliun operasi dalam setiap detiknya. Dengan kemampuan
mempersingkat waktu pekerjaan-pekerjaan perpustakaan digital tersebut membuat
pustakawan tidak perlu mempersulit diri dan menghabiskan waktunya untuk satu
pekerjaan saja serta bisa memanfaatkan waktu untuk juga mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan yang lain.
Kondisi -kondisi teknologi dalam dunia informasi
berubah dengan pesat sehingga skala bilitas dan kecepatan menjadi faktor
kesuskesan yang penting dan menjadi tujuan utama perancangan sistem.
Perpustakaan digital memerlukan komponen-komponen perangkat lunak yang bisa
ditambahkan, dimodifikasi, diganti atau dikonfigurasi ulang agar ia mampu
merespon secara cepat peluang-peluang baru dalam dunia informasi. Sistem harus
bisa terukur untuk mengantisifasi bertmabahnya jumlah pengguna dan untuk
mengantarkan data melaului beragam platform-jaringan client/server, komputer
desktop dengan browser web, ponsel dan perangkat mobile lainnya.
Sabtu, 10 November 2012
Peran Perpustakaan Digital
Peran Perpustakaan Digital
Perkembangan teknologi
informasi yang sedemikian pesat harus dimanfaatkan untuk kemajuan
perpustakaan sebab melalui teknologi
informasi, dalam hal ini perpustakaan digital, banyak kemudahan yang
ditawarkan, termasuk kecepatan akses informasi, jenis layanan hingga kualitas
layanan.Dengan perpustakaan digital juga dapat diperoleh keuntungan dengan
diperolehnya jurnal-jurnal mutakhir melalui internet. Tentu hal ini lebih
menguntungkan daripada jika kita berlangganan jurnal atau review dalam edisi
cetak yang lebih banyak membutuhkan biaya.
Dalam perkembangan
saat ini terdapat tiga jenis perpustakaan, yaitu : paper library (perpustakaan
dengan koleksi tercetak dan sarana penelusuran manual), automated library
(koleksi tercetak dengan dukungan komputer dalam pengelolaan dan layanannya),
dan digital library (akses secara elektronis dengan dukungan koleksi tercetak
dan elektronis).
Strategi yang
harus disiapkan untuk perpustakaan digital adalah ada tiga komponen dasar
strategi : pertama, kreativitas untuk mengaplikasikan teknologi dan memahami
pasar (bagaimana nilai tambah diciptakan); kedua, kapabilitas organisasi
(apakah ada kemampuan untuk mengahsilkannya, termasuk dukungan sumberdaya);
ketiga, pemahaman terhadap kompetisi (bagaimana mempertahankannya dalam
kompetisi) yang perlu ditingkatkan dalam mendukung kualitas layanan
prima.
Berbagai kendala
juga pasti akan dihadapi, hal yang pasti selain keterbatasan alat dan
teknologi, juga masalah organisasi dan budaya. Dan tetap perlu untuk memperhatikan kepuasan
pelanggan dengan kualitas, variasi dan kecepatan akses denagn biaya rendah.
Beberapa elemen kunci perpustakaan digital yang meliputi : pengadaan electronic
databases, identifikasi dan organisasi akses ke web material, konversi analog material
ke digital format, web-based sevice (reservasi, reference), pengumpulan dan
pengorganisasian digital record, pembangunan on-demand electronic delivery, dan
customized literature services.
Meskipun
perpustakaan digital bebas diakses setiap orang, tetap harus diingat akan
pentingnya memperhatikan hak cipta dan itu terkait dengan teknologi pendukung,
sumberdaya manusia dan informasi.
Keberadaan perpustakaan
digital semakin penting dalam pemenuhan kebutuhan informasi pengguna. Di
Indonesia, terutama di lingkungan perguruan tinggi (PT) dan lembaga penelitian
, ketersediaan bahan jenis ini semakin dirasakan manfaatnya oleh para pengguna
informasi yang sebelumnya kurang memiliki akses terhadap publikasi mutakhir
dalam bidang mereka. Disamping itu, proses transfer informasi dalam tingkat
tertentu berubah karena produser dan pengguna sudah saling terkoneksi melalui
Internet.
Perpustakaan digital secara
ekonomis lebih menguntungkan dibandingkan dengan perpustakaan tradisional. Ada
3 keuntungan yang dapat diperoleh dari perpustakaan digital yaitu:
1. Institusi dapat berbagi koleksi digital,
koleksi digital dapat mengurangi kebutuhan terhadap bahan cetak pada tingkat
lokal,
- Penggunaannya
akan meningkatkan akses elektronik
- Nilai
jangka panjang koleksi digital akan mengurangi biaya berkaitan dengan
pemeliharaan dan penyampaiannya.
Fenomena
di atas sesungguhnya telah dan akan terus berpengaruh pada profesi
perpustakaan. Pengguna perpustakaan akan semakin tergantung pada bahan digital
dengan beberapa alasan seperti biaya, ketersediaan dan kecepatan perolehan.
Bahkan pada tingkat tertentu, kemungkinan ketergantungan pada bahan digital
akan lebih tinggi dibandingkan terhadap bahan cetak. Oleh karena itu, paradigma
bahwa suatu perpustakaan hanya menyediakan informasi tercetak harus diubah ke
paradigma perpustakaan juga menyediakan informasi digital terutama yang tidak
tersedia dalam bentuk tercetak. Dengan demikian, pelayanan perpustakaan saat
ini menjadi
hibrid yaitu mencakup kedua jenis sumberdaya tersebut.
Berkaitan dengan perubahan dan
perkembangan di atas, pustakawan sudah seharusnya menerima dan berusaha
menemukan cara untuk meresponsnya secara efektif dan inovatif dalam rangka
memenuhi harapan pengguna. Tantangan yang ditimbulkan oleh perkembangan ini
sudah seharusnya pula ditanggapi secara proaktif oleh pustakawan, bagaimana
pustakawan merespons, bagaimana peran mereka berubah, dan bagaimana mereka
menyiasati perkembangan tersebut.
Pengguna dapat melakukan
sendiri penelusuran, atau dengan memesan bahan yang mereka perlukan kepada
pustakawan. Dalam kaitan ini, pengetahuan dan pengalaman pustakawan dalam
penelusuran menjadi sangat penting karena dapat meningkatkan efisiensi
pustakawan dan pengguna. Pustakawan sesuai dengan peran dasarnya, dalam
menyediakan akses dapat bertindak sebagai pembimbing terutama bagi pengguna
baru, konsultan seperti layaknya fungsi pustakawan referens, pengawas untuk
penggunaan yang tidak produktif, penelusur berdasarkan pesanan pengguna,
diseminator untuk penyebarluasan informasi tentang bahan Web, dan organisator
untuk mengorganisasikan bahan-bahan
Kedua, publikasi elektronik
yaitu kegiatan untuk mempublikasikan berbagai informasi tentang dan oleh
perpustakaan. Dalam hal ini,
perpustakaan memiliki dan memelihara sendiri suatu situs Web. Penerbitan Web
bertujuan untuk mempublikasikan berbagai informasi tentang perpustakaan dan
kegiatannya. Kegiatan ini pada dasarnya sama dengan publikasi berbagai
selebaran, brosur, pamflet panduan perpustakaan, daftar perolehan baru, katalog
dalam berbagai jenis, dan sebagainya yang biasanya dilakukan oleh sebuah
perpustakaan, serta kegiatan publikasi lainnya.
Dalam kaitan ini, perpustakaan bertindak sebagai penerbit. Situs perpustakaan memberi peluang baru bagi pustakawan untuk melakukan
sesuatu yang sebelumnya tergolong sulit untuk dilakukan. Peluang tersebut
diantaranya adalah menerbitkan karya khas yang tidak diterbitkan tetapi
didokumentasikan diperpustakaan sebagai deposit. Karya tersebut antara lain
adalah bahan-bahan oleh dan tentang institusi, termasuk diantaranya laporan
penelitian, karya tulis, makalah seminar, simposium, bahan-bahan kuliah, dan
publikasi lainnya. Kegiatan lainnya yang dimungkinkan adalah pelayanan
perpanjangan pinjaman sebagai alternatif perpanjangan melalui telepon, konsultasi
antara pengguna dengan pustakawan referens, penyediaan hubungan ke sumberdaya
Web lain, penerbitan buletin, dan sebagainya.
Jumat, 09 November 2012
Situs-situs Download e-book
Situs Download e-book Gratis dan Legal
Downloadable
e-Book
1. AskSam
http://www.asksam.com/ebooks/
Disini anda bisa menemukan beberpa pilihan e-book teks klasik seperti shakespeare dan juga berbagai macam e-book gratis lain seperti pemerintahan dan sebagainya.
2. Baen Free Library
http://www.baen.com/library/
Koleksi e-book disini meliputi novel fiksi sains, dan banyak lagi yang lainnya. Daftar-daftar e-book novel disini kebanyakan bagus dan sangat populer dibicarakan pembacanya.
3. BookRags
http://www.bookrags.com/browse/ebooks/
Beberapa pilihan e-book gratis bisa anda dapatkan disini, tetapi ada juga pilihan premium berbayar. E-book disini bisa di-download sebagai PDF atau Word document.
4. Gutenberg.org
http://www.gutenberg.org
Proyek gutenberg ini merupakan proyek pertama yang mengkonversi buku-buku cetak menjadi format digital, jumlah pilihan gratis yang tersedia saat ini mencapai lebih dari 5.000
5. ManyBooks.net
http://manybooks.net
Berbagai pilihan format buku digital yang bisa anda download gratis disini dapat anda baca melalui PDA, cellphone, iPod, iPhone dan banyak lagi lainnya.
6. Mary Jo's E-Texts
http://www.dogpatch.org/etext.html
Meskipun situs ini belum di-update tetapi link downloadnya masih bekerja, buku-buku digital yang bisa didownload disini antara lain literatur klasik, buku dongeng Oz, dan beberapa fan fiction lainnya.
7. Mslit
http://www.mslit.com/default.asp?mjr=FRE
Lebih dari 1.500 e-book disediakan oleh microsoft secara gratis disini dan bisa dibaca pada MS reader.
8. NetLibrary.net
http://netlibrary.net/worldhome.html
Disini ada beberapa pilihan gratis yang bisa anda download, tetapi jika anda ingin mengakses lebih dari 500.000 e-book untuk di download disini dengan kecepatan tinggi, fee-nya sangat murah, hanya $8.95 setahun
http://www.asksam.com/ebooks/
Disini anda bisa menemukan beberpa pilihan e-book teks klasik seperti shakespeare dan juga berbagai macam e-book gratis lain seperti pemerintahan dan sebagainya.
2. Baen Free Library
http://www.baen.com/library/
Koleksi e-book disini meliputi novel fiksi sains, dan banyak lagi yang lainnya. Daftar-daftar e-book novel disini kebanyakan bagus dan sangat populer dibicarakan pembacanya.
3. BookRags
http://www.bookrags.com/browse/ebooks/
Beberapa pilihan e-book gratis bisa anda dapatkan disini, tetapi ada juga pilihan premium berbayar. E-book disini bisa di-download sebagai PDF atau Word document.
4. Gutenberg.org
http://www.gutenberg.org
Proyek gutenberg ini merupakan proyek pertama yang mengkonversi buku-buku cetak menjadi format digital, jumlah pilihan gratis yang tersedia saat ini mencapai lebih dari 5.000
5. ManyBooks.net
http://manybooks.net
Berbagai pilihan format buku digital yang bisa anda download gratis disini dapat anda baca melalui PDA, cellphone, iPod, iPhone dan banyak lagi lainnya.
6. Mary Jo's E-Texts
http://www.dogpatch.org/etext.html
Meskipun situs ini belum di-update tetapi link downloadnya masih bekerja, buku-buku digital yang bisa didownload disini antara lain literatur klasik, buku dongeng Oz, dan beberapa fan fiction lainnya.
7. Mslit
http://www.mslit.com/default.asp?mjr=FRE
Lebih dari 1.500 e-book disediakan oleh microsoft secara gratis disini dan bisa dibaca pada MS reader.
8. NetLibrary.net
http://netlibrary.net/worldhome.html
Disini ada beberapa pilihan gratis yang bisa anda download, tetapi jika anda ingin mengakses lebih dari 500.000 e-book untuk di download disini dengan kecepatan tinggi, fee-nya sangat murah, hanya $8.95 setahun
9. Oxford Text Archive
http://ota.ahds.ac.uk
Lebih dari 2.000 teks klasik bisa di download disini sebagai file ASCII atau DOC.
10. PlanetPDF eBooks
http://www.planetpdf.com/free_pdf_eb...?CurrentPage=1
Berbagai koleksi novel klasik dengan berbagai ukuran download bisa didownload disini dengan gratis dalam format PDF.
11. PocketPCbooks.net
http://www.pocketpcbooks.net
Saat ini koleksi ebook gratis yang tersedia disini untuk pocket PC windows mobile tersedia sekitar 40an, tetapi koleksi bacaan disini bagus dan bermutu, seperti Sun Tzu's The art of war yang terkenal, dsb.
12. The PDA Librarian
http://user.pa.net/%7Ethompson/
Situs yang dijalankan oleh pustakawan sekolah ini memiliki banyak literatur klasik untuk remaja dan mahasiswa yang bisa di-download dan bisa dibaca pada PDA.
Situs ini setara dengan Library.nu yg kini
telah menggunakan tarif.
HTML e-book:
13. Bartleby
http://www.bartleby.com/index.html
Ensiklopedia harvard dan buku-buku klasik disini mudah di cari dan memiliki koleksi yang banyak.
14. Berkeley Sunsite Classics
http://sunsite3.berkeley.edu/literature/
Beberapa pilihan gratis literatur klasik seperti Jane Austen dan Thoreau ada disini.
15. Bibliomania
http://www.bibliomania.com
Disini anda bisa menemukan teks-teks klasik, panduan belajar, biografi tokoh dan banyak lagi.
16. Grtbooks
http://www.grtbooks.com
Banyak pilihan buku gratis untuk dibaca, mulai dari sejarah jaman prasejarah hingga panduan-panduan.
17. Infomotions
http://infomotions.com/alex
Koleksi di situs ini mencapai 14.000 dokumen mulai dari novel full hingga filosofi.
18. Internet Public Library
http://ipl.org/reading/books
Kumpulan banyak sekali buku teks online dari berbagai situs penyedia e-book.
19. The Perseus Digital Library
http://www.perseus.tufts.edu/
Koleksi teks-teks lama yang dikumpulkan sebagai bahan-bahan referensi umum yang bisa dipergunakan siapa saja.
20. ReadEasily
http://www.readeasily.com
Situs dengan daftar e-book online yang banyak dan dengan disertai fitur untuk mempermudah membaca seperti mengubah warna, huruf dan ukuran sesuai keinginan.
21. The Online Books Page
http://digital.library.upenn.edu/books
Direktori yang sangat besar berisi berbagai e-book dari seluruh dunia.
http://www.bartleby.com/index.html
Ensiklopedia harvard dan buku-buku klasik disini mudah di cari dan memiliki koleksi yang banyak.
14. Berkeley Sunsite Classics
http://sunsite3.berkeley.edu/literature/
Beberapa pilihan gratis literatur klasik seperti Jane Austen dan Thoreau ada disini.
15. Bibliomania
http://www.bibliomania.com
Disini anda bisa menemukan teks-teks klasik, panduan belajar, biografi tokoh dan banyak lagi.
16. Grtbooks
http://www.grtbooks.com
Banyak pilihan buku gratis untuk dibaca, mulai dari sejarah jaman prasejarah hingga panduan-panduan.
17. Infomotions
http://infomotions.com/alex
Koleksi di situs ini mencapai 14.000 dokumen mulai dari novel full hingga filosofi.
18. Internet Public Library
http://ipl.org/reading/books
Kumpulan banyak sekali buku teks online dari berbagai situs penyedia e-book.
19. The Perseus Digital Library
http://www.perseus.tufts.edu/
Koleksi teks-teks lama yang dikumpulkan sebagai bahan-bahan referensi umum yang bisa dipergunakan siapa saja.
20. ReadEasily
http://www.readeasily.com
Situs dengan daftar e-book online yang banyak dan dengan disertai fitur untuk mempermudah membaca seperti mengubah warna, huruf dan ukuran sesuai keinginan.
21. The Online Books Page
http://digital.library.upenn.edu/books
Direktori yang sangat besar berisi berbagai e-book dari seluruh dunia.
22. Bookfi
Situs untuk mendownload buku, dan
di dominasikan ebook-ebook manca. Dan ini adalah pengalihan dari situs ebook yg
fenomenal Library.nu.
Cat:
Mungkin beberapa situs E-Book belum di postingkan dan harap dimaklumi.
Cat:
Mungkin beberapa situs E-Book belum di postingkan dan harap dimaklumi.
Langganan:
Postingan (Atom)




